Polisi Hungaria Mendapat Sorotan, Pengungsi: Mereka Perlakukan Kami seperti Binatang

Riau Book- Polisi Hunggaria saat ini mendapat sorotan, setelah perlakuan brutal mereka terhadap para pengungsi yang mencari suaka.


"Saat mereka memukuli kami, mereka semua tertawa. Para polisi itu, saat mereka memukuli kami, mereka ber-selfie bersama kami," ujar Shahid Khan, pengungsi asal Pakistan yang menceritakan aksi kekerasan yang dilakukan polisi Hungaria yang menjaga perbatasan negeri mereka.

Khan mengatakan, dia diserang sebelum kemudian difoto lalu dikejar-kejar anjing-anjing polisi yang ganas.

"Mereka memperlakukan kami seperti binatang, padahal kami ini manusia," ujar Khan.

Berbagai organisasi kemanusiaan mengatakan polisi Hungaria kerap melakukan kekerasan terhadap pengungsi.

Meski telah mendapat peringatan dari PBB, tetapi pemerintah Hungaria yang berhaluan kanan seolah menutup telinga.

Farhad (34) pencari suaka asal Iran menggambarkan saat dia dan 30 orang pengungsi lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, dikepung polisi Hungaria setelah menerobos pagar perbatasan.

Para polisi tak berseragam itu kemudian memerintahkan mereka duduk di tanah dengan kedua tangan di kepala. Lalu dimulailah kekerasan selama dua jam.

"Saya bahkan belum pernah melihat pemukulan seperti ini di dalam film. Lima atau enam polisi memukuli kami satu persatu sementara kedua tangan kami diikat borgol plastik," kenang Farhad.

"Mereka memukuli kami dengan menggunakan apa saja, tangan kosong, tendangan, pentungan. Mereka benar-benar melukai kami dengan parah," tambah Farhad.

"Kami bertanya mengapa mereka memukuli kami. Dan mereka hanya memerintahkan kami agar kembali ke Serbia," lanjut dia.

Farhad juga mengatakan, para polisi itu juga berselfie di saat sebagian teman-temannya memukuli pengungsi.

Ehsan (28), juga asal Iran yang juga ikut dipukuli bersama Farhad mengatakan, mereka diperintahkan untuk merayap melewati lubang yang dibuat dari kawat berduri di perbatasan Hungaria.

"Saya adalah yang terakhir melintas kembali ke Serbia dan mereka melepaskan anjing-anjing untuk mengejar saya," ujar Ehsan.

"Saat saya terjatuh dan berusaha memegang kalung anjing itu, seorang polisi menghantam wajah saya dari samping," lanjut Ehsan.

Human Right Watch (HRW) memperoleh sebuah foto yang memperlihatkan Ehsan yang terluka di dekat matanya dan wajahnya penuh memar yang baru pulih sekitar dua pekan.

Lydia Gall, peneliti HRW di Balkan dan Eropa Timur, mengatakkan, dia memperoleh sejumlah laporan yang menyebut polisi menyiksa dan merekam kekerasan terhadap para pengungsi itu.

Setelah sebuah undang-undang baru diterapkan pada Juli tahun lalu yang intinya mengatur bahwa pengungsi yang tertangkap dalam radius lima mil dari perbatasan bisa dikembalikan ke Serbia maka polisi diminta merekam aksi mereka.

"Polisi memerintahkan para pengungsi berbaris di depan kamera memegang secarik kertas berisi pengakuan bahwa mereka melintasi perbatasan Hungaria secara ilegal," ujar Gall.

"Dalam film itu, mereka diminta mengatakan polisi telah sangat membantu dan berperilaku sopan," tambah Gall.

Namun, setelah rekaman dihentikan maka banyak pengungsi mengatakan barulah kekerasan dan pemukulan dimulai.

Gall menambahkan, rekaman video itu menjadi alasan pemerintah Hungaria menolak digelarnya investigasi dalam masalah ini.

Saat cuaca ekstrem melanda Eropa pada awal 2017 dan suhu di Hungaria bisa anjlok hingga -20 derajat Celcius, bentuk penyiksaan baru muncul.

Para pengungsi mengatakan, polisi akan mengambil air minum mereka lalu membuangnya sebelum membiarkan para pengungsi kedinginan di tengah salju.

Bahkan tak jarang baju hangat, sepatu, dan pakaian mereka juga dirampas polisi.

"Beberapa kali kami dapati beberapa orang muncul di Serbia tanpa pakaian selembar pun," kata Gall.

Ratusan ribu pengungsi melintasi perbatasan Hungaria dalam upaya mereka meninggalkan Yunani menuju Eropa Barat, tetapi beberapa negara dengan pemerintahan sayap kanan tak segan memerpanjang penderitaan mereka.

Ribuan personel dikerahkan untuk menjaga perbatasan Hungaria-Serbia yang memiliki panjang lebih dari 150 kilometer.

Tentara mendirikan pagar kawat berduri setinggi enam meter dan dialiri arus listrik tegangan tinggi.

Selain itu, pasukan perbatasan dilengkap berbagai peralatan sensor dan kamera, serta pengeras suara untuk menyampaikan pesa dalam bahasa Inggris, Arab, dan Persia.(ria/kpc/RB)


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Laki-laki ini Dihajar Istri Tuanya di Pernikahannya, Berikut Liputannya

Riau Book- Visal Kumar Sonu (42) begitu nama laki-laki asal Kota Ludhiana, negara bagian Punjab, India ini dihajar istri tuanya…

Korut Provokasi AS Tembakkan Empat Rudal ke Laut Jepang, AS Ancam Kerahkan Kekuatan Penuh

Riau Book- Korea Utara kembali melakukan provokasi terhadap Amerika Serikat, dengan menembakkan empat rudal balistiknya ke Laut Timur atau ke…

Foto

Tahun 2018, Siak Akan Dapatkan Program Pilot Project Dari Kemensos

Riau Book - Tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten Siak diperkirakan akan mendapatkan program Pilot Project dari pemerintah pusat, terkait bantuan…

Foto

Profil Pemenang Hadiah Utama Doorprize Riau Pustaka Lingkungan, Eka: Syukur Sekarang Saya Sudah Bisa Antar Jemput Anak ke Sekolah

Riaubook -Eka Putra merasa tak menyangka akan mendapat hadiah utama kegiatan Jalan Sehat dalam kegiatan Riau Pustaka Lingkungan Dunia yang…

Foto

Meriahnya Acara Riau Pustaka Lingkungan Dunia dalam HUT Riaubook.com ke-2

Riaubook - Perayaan Hari Lingkungan dalam kegiatan Riau Pustaka Lingkungan Dunia bersempena dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Riaubook.com yang…

Foto

RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank Riau Kepri-2017, Tumbuhkan Laba 51,97%

Riaubook - Bank Riau Kepri melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun 2016 dan Rapat Umum Pemegang Saham…

Foto

Simpan Sabu di Kotak Rokok, Pria Lalang Sungai Apit Diringkus Polisi

Riaubook - Polres Siak berhasil meringkus tindak pidana narkoba jenis sabu-sabu di Desa Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak.Dari…

Foto

Dana Desa Tak Kunjung Ditansfer Pusat, DPRD Siak Kembali Sambangi Kementerian Keuangan

Riaubook - Ketidakjelasanya pemerintah pusat tentang kapan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap III tahun 2017 ditansfer ke daerah, membuat DPRD…

Foto

Salah Pasang Foto Pahlawan Nasional di Spanduk, Tuai Hujatan Netizen

Riaubook - Spanduk yang bertulis "Pahlawanku Kebangganku Semasa Hidupnya Berjuang Untuk Indonesia", yang mencantumkan 2 foto pahlawan nasional dari Provinsi…

Foto

Pekanbaru Asah Bakat Sambil Galang Dana Bersama PKPU HI Pekanbaru

Riaubook - Komunitas Stand UP Comedy Pekanbaru akan mengadakan Openmic 3 pada Jum'at (03/03/2017) pukul 20.00 WIB di Warkop 45,…

Foto

SPS Riau Sambangi Ketua DPRD Riau, Pertemuan Kali Ini Bicarakan 2 Agenda

Riaubook - Dalam meningkatkan kerja sama yang lebih baik lagi ke depannya, Serikat Perusahaan Pers (SPS) cabang Riau sambangi pimpinan…

Foto

BNN Pekanbaru Adakan Raker Untuk Membangun Masyarakat Mandiri

Riaubook - Badan Narkotika (BNN) Pekanbaru laksanakan Rapat Kerja (Raker) pemberdayaan masyarakat anti narkoba, Jumat (03/03/2017). Kegiatan yang berlangsung mulai…

Foto

Mantap, Kapolri Tito Karnavian Beri Penghargaan ke Kabupaten Siak Atas Bantuan Kantor Bhabimkamtibmas

Riaubook - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada Kabupaten Siak, atas bantuan 119 rumah kantor Bhabimkamtibmas kepada Polda Riau…

Foto

Sumbar Dilanda Banjir, BPBD Riau Terus Jalin Koordinasi dengan Sumbar Tangani Bencana

Riaubook - Daerah Pangkalan, Sumbar dilanda banjir, Jalan lalu lintas Riau-Sumatera Barat atau lintas barat ke Kabupaten Kampar terpaksa dialihkan…

Foto

Dunia Diambang Perang Nuklir, AS Pertimbangkan Aksi Militer terhadap Korut

Riau Book- Jika rencanya Amerika Serikat ini betul-betul terjadi, dunia diambang perang nuklir. Saat ini jajaran pejabat internal Gedung Putih…

Foto

Demi Uang, Ratusan Pasutri Ini Kompak Bercerai. Berikut Liputannya

Riau Book- Diduga karena bermotifkan uang, ratusan pasangan suam-istri di Desa Jiangbei, Provinsi Jiangsi, China Timur kompak bercerai. Padahal, keluarga…

Foto

Waspadai Terjadinya Agresi Rusia, Swedia Wajibkan 4.000 Pemudanya Wajib Militer

Riau Book- Swedia saat ini mulai diliputi rasa was-was melihat pergerakan militer Rusia, apalagi setelah melihat Moskwo menganeksasi Crimea yang…

Foto

Astaga, Restoran ini Rugi Rp28 Juta. 100 Pelanggannya Lari Tanpa Membayar

Riau Book- Karyawan dan pemilik restoran ini tidak berdaya, saat 100 pelanggannya kabur melarikan diri dan meninggalkan makanan yang belum…

Foto

13 Pesawat Militer China Lintasi Okinawa, Jepang Gusar Kirim Jet-jet Tempurnya

Riau Book- Militer Jepang gusar saat radar mereka menangkap pergerakan 13 pesawat militer milik China, termasuk pesawat pengebomnya melintasi Okinawa…

Foto

Pangkalan Terendam Banjir, Kendaraan Menuju Riau Harus Putar Kepala

RiauBook - Akibat hujan yang mengguyur tanpa henti, daerah Pangkalan, Sumatera Barat saat ini terendam banjir. Laporan dari wartawan Riaubook.com,…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan